Posts

Showing posts with the label Mental Health Awareness

Jangan-Jangan Kita Gak Pernah Beneran Happy, Kita Cuma Kebiasa Pura-Pura?!

Image
  "Lo Beneran Bahagia, atau Cuma Jago Akting?" Lo pernah gak sih, lagi ketawa bareng temen-temen, tapi di dalam hati rasanya kosong? Atau pas upload story liburan, tapi abis itu lo malah ngerasa makin capek? Jangan-jangan, kebahagiaan yang lo tunjukin itu cuma topeng. Kita semua sibuk ngejar happy, tapi apa kita pernah benar-benar nemuin itu? Kebahagiaan atau Ilusi Sosial? Dari kecil, kita dicekokin ide kalau kebahagiaan itu ada bentuknya. Harus punya duit banyak, harus sukses, harus punya pasangan, harus liburan ke tempat keren. Tapi pas kita udah dapet itu semua... kok tetep ada yang kurang? Ilmuwan psikologi bilang , otak kita sebenarnya lebih fokus sama survival daripada kebahagiaan. Jadi pas lo dapet sesuatu yang katanya bikin happy, otak lo cuma sebentar ngerasain euforia, terus balik lagi ke mode "apa lagi nih yang harus gue kejar?" Ini namanya Hedonic Treadmill. "Jadi, bahagia itu emang gak ada?" Bukan gitu. Masalahnya, kita sering nyari kebahagia...

Nama Penyakit Penimbun Barang bekas: Hoarding Disorder

Image
Menggali Lebih Dalam tentang Hoarding Disorder: Ketika Menimbun Menjadi Masalah Hoarding disorder, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai gangguan penimbunan, adalah kondisi psikologis di mana seseorang memiliki kesulitan yang ekstrem untuk membuang atau melepaskan barang-barang, terlepas dari nilai sebenarnya dari barang tersebut. Hal ini sering kali menyebabkan akumulasi barang yang berlebihan, yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan hubungan sosial. Mengapa Hoarding Disorder Terjadi? Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya hoarding disorder, termasuk: Trauma Emosional : Pengalaman traumatis seperti kehilangan orang yang dicintai, perceraian, atau bencana alam dapat memicu perilaku menimbun sebagai mekanisme koping. Masalah Psikologis : Kondisi seperti depresi, kecemasan, dan OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) sering kali terkait dengan hoarding disorder. Kecenderungan Genetik : Ada bukti bahwa hoarding disorder dapat memiliki komponen genetik, di mana perilaku...